Setelah beberapa hari pulang pergi dengan kendaraan yang sama aku jadi terbiasa dengan hiruk pikuk kota Jakarta yang bising. Tapi ada kalanya suasana itu menjadi damai, bagiku saat itu datang ketika seniman jalanan mencoba menghibur hati yang lelah dengan lantunan lagu. Hari itu aku berkata pada temanku "Biasanya ada hiburan!".Dia tersenyum dan memukul lemah bahuku "Ya lo sih ga mau ngasih uang". Aku malu menyadari itu, yang memang itulah yang selalu kulakukan. Tapi bukan bermaksud tak memberi hanya saja bagiku itu akan menjadi sebuah kebiasaan yang buruk. Mereka akan menjadi menggantungkan diri dengan pekerjaan itu.
Dan sore itu akhirnya ada seorang penyangi jalanan ia mulai dengan sebuah lagu yang mungkin kuharapkan. Hal itu membuat aku berpikir kembali tentang kisah hidupku. Dulu aku pernah mengenal seseorang dan tahu namanya. Saat pertama bertemu aku tahu bahwa ada sesuatu yang berbeda darinya. Tapi pertemuan itu hanya terjadi sekali dan setelah itu akupun mulai melupakannya. Tapi tak lama ini aku kembali bertemu dia, meski tidak setiap hari tapi pertemuan kami cukup memberikan kesan padaku. Meski sampai saat ini aku belum yakin kedekatanku padanya karena aku menyukainya, mengaguminya atau karena aku iri padanya.
Aku bukan tipe orang yang akan terbuka dalam segala hal, aku lebih terbiasa untuk menyimpan rahasia. Untuk itu kubiarkan rasa ini untuk diriku sendiri, aku tak pernah mencoba mengungkapkan rasa ini karena aku takut atau lebih tepatnya aku adalah pengecut. Aku sudah cukup senang dekat dengannya, melihat senyumnya dan mendengarkan ia tertawa. Dan kupikir ini lebih baik daripada aku harus jauh darinya. Jangankan selamanya jauh dari, sedetikpun aku selalu mencari cara untuk tau tentangnya.
Dan sore itu akhirnya ada seorang penyangi jalanan ia mulai dengan sebuah lagu yang mungkin kuharapkan. Hal itu membuat aku berpikir kembali tentang kisah hidupku. Dulu aku pernah mengenal seseorang dan tahu namanya. Saat pertama bertemu aku tahu bahwa ada sesuatu yang berbeda darinya. Tapi pertemuan itu hanya terjadi sekali dan setelah itu akupun mulai melupakannya. Tapi tak lama ini aku kembali bertemu dia, meski tidak setiap hari tapi pertemuan kami cukup memberikan kesan padaku. Meski sampai saat ini aku belum yakin kedekatanku padanya karena aku menyukainya, mengaguminya atau karena aku iri padanya.
Aku bukan tipe orang yang akan terbuka dalam segala hal, aku lebih terbiasa untuk menyimpan rahasia. Untuk itu kubiarkan rasa ini untuk diriku sendiri, aku tak pernah mencoba mengungkapkan rasa ini karena aku takut atau lebih tepatnya aku adalah pengecut. Aku sudah cukup senang dekat dengannya, melihat senyumnya dan mendengarkan ia tertawa. Dan kupikir ini lebih baik daripada aku harus jauh darinya. Jangankan selamanya jauh dari, sedetikpun aku selalu mencari cara untuk tau tentangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar