Kamis, 10 Desember 2009

JaNji ManiEsq

aq benar-benar lelah menghadapi diriq sendiri
dan setelah q fikirkan lagi, akhirnya memang cukup sampai di sini
aq ta ingin sakiti hati yang tlah milikimu
dan yang terpenting aq ta ingin lukaimu untuk kedua kali
yang aq jelas sakit itu belum sepenuhnya pergi
aq ta ingin kw membenciq
biarlah qkembalikan pertemuan ini seperti saat pertama kali bertemu
dimana hanya ada rasa kagum atas ciptaan tuhan dan ta lebih
dan ingatkan aq tu ta lebih dari itu

Selasa, 08 September 2009

Capt 1

Kugenggan erat2 lengan bangku merasakan nafas yg hampir t'lepas dr tubuhq. Lalu kupandang danil yg duduk tepat d sampingq. Wajahnya cemas menatapq. “apa kau baik2 saja”
Aq ta yakin mengangguk tapi kupastikan aq baik2 saja. “dan, aq perlu ke toilet.”sambil b'jln menuju koridor. aq tw danil cemas, ia mengenggam tanganq dan b'siap b'diri “ga pa2 dan, aq akan baik2 aja ko”.
daniel, dia a/ org yg baìk.

Kamis, 03 September 2009

Mimpi

Hari ini aq bermimpi indah. Dalam mimpiq, aq melihat orang yang kukasihi tersenyum. Senyum itu terlihat begitu indah menghias di wajahnya. Tapi kemudian aq tersentak melihat segurat resah dibaliknya. Tak ada kata terucap hanya tangisq mengiringinya. Aq tahu lukamu, sakitmu, dan perihmu tapi aq tak bisa bersikap egois dengan menganggap semuanya adalah dusta. Maka biarkan aq menjadi penjaga hatimu dari balik senyum itu.

Selasa, 01 September 2009

September CeRia

Aq berada dilorong panjang yang gelap. Dan nafas seolah terhimpit diantaranya. Sekali lagi aq bangkit dari tidurq dengan nafas yang masìh terberai

Selasa, 21 Juli 2009

Lord of The Shadows (Penguasa Kegelapan Setelah Harkat)

Setelah Harkat, kini giliran Darren yang diusik mimpi buruk. Evanna sang penyihir meramalkan bahwa Steve atau Darren akan bangkit menjadi Penguasa Kegelapan yang bakal meluluhlantakkan bumi. Darren setengah mati menyangkalnya. Tapi ketika kepulangannya ke kota kelahirannya membawa kematian orang-orang yang disayanginya, Darren mendapati sisi monster yang keji dalam dirinya mulai tumbuh. Mata ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa. Akankah Darren benar-benar memenuhi takdirnya menjadi Penguasa Kegelapan?

Kamis, 16 Juli 2009

Setelah beberapa hari pulang pergi dengan kendaraan yang sama aku jadi terbiasa dengan hiruk pikuk kota Jakarta yang bising. Tapi ada kalanya suasana itu menjadi damai, bagiku saat itu datang ketika seniman jalanan mencoba menghibur hati yang lelah dengan lantunan lagu. Hari itu aku berkata pada temanku "Biasanya ada hiburan!".
Dia tersenyum dan memukul lemah bahuku "Ya lo sih ga mau ngasih uang". Aku malu menyadari itu, yang memang itulah yang selalu kulakukan. Tapi bukan bermaksud tak memberi hanya saja bagiku itu akan menjadi sebuah kebiasaan yang buruk. Mereka akan menjadi menggantungkan diri dengan pekerjaan itu.
Dan sore itu akhirnya ada seorang penyangi jalanan ia mulai dengan sebuah lagu yang mungkin kuharapkan. Hal itu membuat aku berpikir kembali tentang kisah hidupku. Dulu aku pernah mengenal seseorang dan tahu namanya. Saat pertama bertemu aku tahu bahwa ada sesuatu yang berbeda darinya. Tapi pertemuan itu hanya terjadi sekali dan setelah itu akupun mulai melupakannya. Tapi tak lama ini aku kembali bertemu dia, meski tidak setiap hari tapi pertemuan kami cukup memberikan kesan padaku. Meski sampai saat ini aku belum yakin kedekatanku padanya karena aku menyukainya, mengaguminya atau karena aku iri padanya.
Aku bukan tipe orang yang akan terbuka dalam segala hal, aku lebih terbiasa untuk menyimpan rahasia. Untuk itu kubiarkan rasa ini untuk diriku sendiri, aku tak pernah mencoba mengungkapkan rasa ini karena aku takut atau lebih tepatnya aku adalah pengecut. Aku sudah cukup senang dekat dengannya, melihat senyumnya dan mendengarkan ia tertawa. Dan kupikir ini lebih baik daripada aku harus jauh darinya. Jangankan selamanya jauh dari, sedetikpun aku selalu mencari cara untuk tau tentangnya.

Kenanganq

Bosan aku terus berada disini
Dan rasanya aku ingin segera pergi

Kulangkahkan kaki dan kuarahkan menuju jalan kembali

Selangkah ku berpaling kulihat bayangan jemari menari
Kuyakinkan dalam hati apa yang pasti kudapati
Kutegaskan dalam diri tentang bayang yang kutemui
Kau berdiri disana sementara aku hanya berdiri sendiri disini
Benarkah ini terjadi atau hanya sebuah ilusi

Dia yang selama ini ku yakini hadir dihadapanku saat ini
Menggoda hati untuk tersenyum kembali
Untuk beberapa waktu aku tak dapat berpaling darimu
Dan dalam mataku hanya ada kamu

Tapi aku tak bisa bertahan lagi ketika semuanya harus berakhir
Aku hanya bisa menyepi
Dan mengingatmu selamanya dalam hati